UIN Alauddin Makassar

” Kesehatan adalah Tentang Makna Hidup “

Konflik Kekerasan memiliki dampak besar pada kesehatan dan kesejahteraan manusia. Morbiditas dan mortalitas sering disebabkan oleh konsekuensi tidak langsung dari konflik terkait dengan perpindahan dari rumah dan hambatan dalam akses untuk makanan, tempat tinggal, air bersih, fasilitas sanitasi, dan perawatan kesehatan profesional. Pengungsi dan orang-orang terlantar secara internal sering menderita dari angka kematian yang tinggi.

Dalam beberapa tahun ini terjadi peningkatan fokus pada hubungan antara keehatan dan perdamaian. WHO menyerukan pada seluruh profesional kesehatan untuk terlibat dalam upaya mempromosikan perdamaian dunia, ini menjadi alasan kuat kita sebagai perawat dan tenaga kesehatan untuk meningkatkan kerja perdamaian dan mengkampanyekan perdamaian bagi penyembuhan yang damai. WHO berpendapat bahwa pencegahan konflik kekerasan adalah komponen penting dari kesehatan masyarakat. “Praktik kesehatan masyarakat yang baik membutuhkan identifikasi faktor risiko dan penentu kolektif kekerasan, dan mengembangkan pendekatan untuk menyelesaikan konflik tanpa menggunakan kekerasan.

International Council Nurse (ICN) telah menyatakan oposisi kuat terhadap konflik bersenjata dengan mengutip perhatian khusus dengan “langsung dan tidak langsung berdampak pada kesehatan dan pembangunan dan pelanggaran hak asasi manusia dasar. ICN menyatakan bahwa keperawatan menghargai manusia hidup dan bermartabat, sebagaimana dianut di ICN Kode Etik untuk Perawat, menempatkan tanggung jawab pada perawat untuk bekerja mengurangi faktor pemicu konflik kekerasan yang menimbulkan ancaman bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Perawat bekerja secara kolektif dan terorganisir untuk membantu mengubah masyarakat menuju budaya tanpa kekerasan. Ini termasuk mendidik diri kita sendiri dan orang lain tentang efeknya perang dan persenjataan, advokasi politik, kritik pembenaran untuk perang, dan melakukan penelitian tentang penderitaan yang terkait dengan perang.

Perkembangan pengetahuan praktek keprawatan di dunia sangat dipengaruhi oleh pemimpin keperawatan dunia yang memberikan perawatan pada orang-orang yang terluka saat perang yaitu:

Florence Nightigale, dia merintis profesi keperawatan diawali dengan membantu para korban akibat perang krim (1854-1856) antara Roma dan Turki yang dirawat di sebuah barak rumah sakit (scutori) yang akhirnva mendirikan sebuah rumah sakit dengan nama rumah sakit Thomas di London dan juga mendirikan sekolah perawatan dengan nama Nightingale Nursing School. Selama perang dunia kedua tirnbul tekanan bagi keperawatan mengingat penyakit dan korban Perang yang beraneka ragam. Oleh karena itu Florence Nigtingale memikirkan bagaimana mengembangkan pendidikan keperawatan berangkat dari pengalamannya merawat korban perang.

Rufaida Binti Saad al-Aslamiyah , dia merupakan tokoh perawat muslim pertama yang membantu Rasul untuk mengobati kaum muslimin yang terluka. Siti Rufaidah selalu memberikan pelayanan terbaiknya tanpa membedakan apakah kliennya kaya atau miskin. Rufaidah binti Sa’ad/Rufaidah Al-Asalmiya memulai praktek keperawatan dimasa Nabi Muhammad SAW, dan merupakan perawat muslim pertama.

Pemahaman dan perkembangan keperawatan yang mereka bangun dibentuk oleh pengalaman perang dan memandang domain pengetahuan keperawatan meliputi pasien dan lingkungan perawatan. Perawatan kesehatan diperjuangkan sebagai jembatan perdamaian yang berpotensi untuk mengurangi konflik melalui intervensi yang beragam. namun penyedia jasa perawatan kesehatan yang bekerja dalam situasi konflik kekerasan berlatih di berbagai domain termasuk bantuan kemanusiaan, promosi hak asasi manusia, dan pengembangan sektor kesehatan. oleh karena itu mari kita wujudkan potensi kesehatan/keperawatan sebagai jembatan perdamaian dunia.

Kerangka kerja yang disebut Kesehatan Sebagai Jembatan Perdamaian secara formal diadopsi oleh WHO pada tahun 1998 untuk mendukung petugas layanan kesehatan dalam konflik dan pascakonflik daerah dalam menjalankan program kesehatan yang berkontribusi pada pembangunan perdamaian. Kesehatan Sebagai Jembatan Perdamaian didefinisikan sebagai “integrasi pembangunan perdamaian masalah, konsep, prinsip, strategi dan praktik ke dalam bantuan kesehatan dan sektor kesehatan pengembangan.

 

 

Copy link
Powered by Social Snap