Annual Meeting of Indonesian KFN Alumni

Makassar, 9-10 Maret 2020

A.  LATAR BELAKANG
Indonesia adalah negara dengan masyarakat yang majemuk, termasuk keragaman agama, etis, dan bahasa. Hal tersebut dianggap sebagai aset yang perlu dikelola secara tepat, oleh karena keberagaman adalah salah satu kekuatan bangsa Indonesia. Namun, di sisi lain ada pula yang memandang keanekaragaman justru sebagai tantangan dan ancaman sekaligus, oleh karena memiliki potensi menimbulkan konflik kekerasan yang merusak kerukunan bangsa dan negara. Konflik hanya mungkin terjadi ketika ada polarisasi dan ketegangan sosial antara berbagai pihak, termasuk komunitas agama. Selama tidak ada polarisasi dan ketegangan sosial, konflik kekerasan dapat dihindari, terutama jika hubungan antara pihak-pihak yang berbeda dibangun atas dasar pengertian, kerja sama, dan rasa hormat yang timbal balik.

Dewasa ini, Indonesia sedang menghadapi peningkatan sentimen religiusitas, yang mengarah kepada eksklusivitas agama. Lebih jauh, ia dapat berubah menjadi ekstremisme agama, yang mengganggu kohesi sosial yang berlaku. Di tingkat sosial, beberapa orang masih belum siap untuk menerima dan berinteraksi dengan perbedaan agama dan kepercayaan. Ini dibuktikan dengan intensifikasi tindakan intoleransi seperti penutupan tempat ibadah, serangan terhadap kelompok agama tertentu, penyesatan dan penyebaran kebencian atas nama agama. Misalnya, serangan yang dialami oleh beberapa kelompok minoritas, termasuk Jemaah Ahmadiyah dan komunitas Syiah. Sebagai satu akibat, beberapa kelompok minoritas agama tidak dapat dengan aman menjalankan agama mereka. Selain itu, aksi bunuh diri oleh individu dan tindakan kekerasan bermotivasi agama di sejumlah tempat di Indonesia perlu menjadi perhatian bersama bagi semua pemangku kepentingan.

Oleh karena itu, salah satu inisiatif untuk membangun kohesi sosial di antara komunitas agama baik antar dan intra-agama adalah mempromosikan dan mengarusutamakan Dialog Antar Agama. Dalam hal ini, alumni KFN Indonesia turut serta berpartisipasi dalam pengarusutamaan Dialog Antar Agama untuk perdamaian di Indonesia sebagai satu cara untuk meningkatkan kohesi sosial dalam masyarakat yang terpolarisasi.

 

B.   TUJUAN
1. Mempromosikan dan mengarusutamakan dialog antaragama (Interreligious Dialogue, IRD) sebagai cara untuk mencapai kohesi sosial;
2. Mempromosikan keterlibatan komunitas agama dalam kegiatan dialog antar agama;
3. Menciptakan hubungan (jalinan silaturahmi) yang solid di antara alumni KFN Indonesia;
4. Menyediakan dan memperbarui Dialog Antar Agama yang saat ini berjalan di masing-masing wilayah alumni.

C.   LUARAN KEGIATAN
1. Buku yang berisi tentang artikel yang ditulis oleh alumni di forum diskusi, peserta Malino Interreligious Dialogue (IRD) Journey 2020, paper        dan notulasi seminar publik dan paper lain yang relevan dengan tema.
2. Video dokumentasi yang menjelaskan tentang kegiatan selama 3 hari yang akan diunggah di You Tube and media sosial.

D.  KEGIATAN
1. Seminar Publik “Membangun Kohesi Sosial Melalui Dialog Antar Agama untuk Perdamaian”
Seminar ini akan menghadirkan peserta yang berasal dari perwakilan Non-Governmental Organisations perdamaian, pemimpin komunitas        minoritas, korban kekerasan dan konflik minoritas agama, pemuka agama, pemerintah lokal, akademisi, TNI/Polri, dan mahasiswa.
  Tempat dan waktu : 
  Senin, 9 Maret 2020 di Kota Makassar
  Pembicara :
  a. Wahyuddin Halim, Ph.D
  b. Ridwan al-Makassary, MA, PhD. Cand. 
  c. Alissa Wahid

2. Forum Diskusi dan temu Alumni KFN Indonesia 2020 
Kegiatan ini diadakan sebagai media berbagi informasi tentang Dialog Antar Agama yang sedang berjalan di seluruh wilayah alumni KFN Indonesia. Setiap peserta akan menampilkan presentasi dan mendapatkan umpan balik dari peserta lain. Selain itu, alumni KFN Indonesia dapat melaksanakan reuni untuk menjalin hubungan yang solid sebagai tim kerja dalam dialog antar agama di Indonesia. 
  Tujuan dari kegiatan ini adalah :
  a. Menyediakan informasi terbaru tentang dialog antar agama di Indonesia.
  b. Menyusun program kerja KFN Indonesia di tahun yang akan datang.
  Peserta yang hadir dalam kegiatan ini sebanyak 15 orang dari KFN Indonesia dengan syarat :
  a. Mengisi format pernyataan bersedia menghadiri kegiatan. 
  b. Mengirim artikel/paper 1000 kata tentang dialog antar agama.
  Tempat dan Waktu :
  Selasa, 10 Maret 2020, di Malino

3. Camping Perdamaian “Perjalanan Antar Agama dan Budaya Malino 2020” 
Malino adalah ikon lokasi konferensi dan negosiasi dalam sejarah baik di era kolonial maupun era revoluasi kemerdekaan, bahkan saat sekarang ini. Berlokasi di Sulawesi Selatan, Malino dikernal sebagai kota perdamaian karena secara historis, konflik etnis di Poso menyebabkan ribuan orang menderita dan kehilangan ribuan orang yang tidak berdosa. Konflik ini akhirnya dapat terselesaikan melalui Piagam Malino I pada tahun 2001. Kemudian, pada tahun 2002, konflik Ambon juga dapat diselesaikan melalui negosiasi damai di Malino. Piagam Malino II dianggap sebagai akhir dari konflik Ambon, di mana banyak peneliti perdamaian menganggap konflik Ambon sebagai proses transformasi perdamaian dengan mengintegrasikan dimensi budaya yang sudah ada. 

Selain dikenal dengan kota damai, Malino juga merupakan salah satu destinasi wisata di Sulawesi Selatan yang menawarkan keanekaragaman budaya serta keragaman agama. Inilah yang menjadikan Malino tempat yang penuh sejarah dan makna bagaimana menjaga perdamaian sehingga bisa menjadi kekuatan di mana para peserta dapat merasakan dan belajar tentang toleransi dan keberagaman. 

Kegiatan ini dirancang untuk membangun interaksi kehidupan di antara komunitas yang beragam dan memberi kesempatan untuk memahami persamaan dan perbedaan di antara mereka. Selama perjalanan, disajikan sesi dialog ringan antara agama dan budaya. Selain itu, kegiatan ini akan menciptakan pola interaksi antar penganut agama yang berbeda. Misalnya, selama perjalanan, para peserta duduk berdampingan dengan penganut agama yang berbeda. Demikian juga selama camp, para peserta akan ditempatkan dengan peserta yang berbeda agama. Tempat-tempat yang dipilih untuk dikunjungi untuk kegiatan ini adalah pusat-pusat keagaamn yang umumnya dikenal sebagai simbol perdamaian, keanekaragaman budaya dan toleransi agama, yang diharapkan pada kunjungan ini akan meningkatkan semangat peserta dalam menyebar misi perdamaian. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada hari Selasa – Rabu, 10 – 11 Maret 2020 di Kota Makassar dan Malino.

4. Dialog dan Makan malam Bersama Pegiat Perdamaian ”Memperluas Dialog Antar Agama untuk Mencegah Intoleransi”
Kegiatan ini akan menghadirkan 15 peserta pegiat damai di kota Makassar dan 15 peserta alumni KFN Indonesia 2020 untuk berdialog dan bertukar pikiran tentang bagaimana kondisi intoleransi di Indonesia, khususnya kota Makassar, dan bagaimana upaya memperluas dan mendorong dialog antar agama sebagai satu cara untuk memcegah tindak intoleransi. Acara diawali dengan makan malam dan dipimpin seorang moderator/fasilitator. SEbelum dialog akan ada pengenalan tentang KFN Indonesia, KAICIID dan pengantar diskusi oleh perwakilan alumni KFN Indonesia. 
  Tempat dan waktu : 
  Senin, 9 Maret 2020 di Kota Makassar

Copy link
Powered by Social Snap